Ini Lho Cara Memulai Bisnis dengan Modal yang Kecil

Salah satu hal yang paling banyak dicari oleh orang-orang yang hendak memulai usaha adalah mengetahui bagaimana cara memulai bisnis dengan modal kecil. Memang ada kekhawatiran sendiri pada benak sebagian orang yang hendak terjun ke dunia bisnis bahwa bisnis yang dijalaninya kelak akan membutuhkan banyak modal dan tidak ada jaminan bisnis tersebut akan sukses. Sebelumnya mari kita batasi pengertian modal dalam pembahasan ini adalah modal finansial.

cara memulai bisnis modal kecil

Kebanyakan orang saat ini memiliki keinginan untuk memulai bisnis didasari oleh dua hal, tergiur oleh iming-iming hasil bisnis yang begitu menggoda, atau terkena bujukan orang lain sehingga ikut-ikutan untuk nekat mulai berbisnis. Tentunya tidak semua orang yang memulai bisnis disebabkan oleh dua hal ini, tapi berdasarkan pengalaman saya dari beberapa orang yang saya temui, dua hal inilah yang paling sering menjadi dasar motivasi para pebisnis pemula dalam memulai bisnisnya. Tidak sedikit dari mereka yang rela meninggalkan pekerjaan/profesi sebelumnya begitu saja untuk kemudian memulai bisnis sendiri meskipun ada juga yang coba berkompromi dengan memulai bisnis tanpa meninggalkan pekerjaan lamanya. Tapi keduanya sering berkutat pada pertanyaan yang sama, bagaimana cara paling ampuh untuk memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal.

3 Cara Meminimalkan Kebutuhan Modal Diawal Memulai Bisnis

Kebutuhan akan modal dalam menjalani bisnis bersifat mutlak. Namun, cara mendapatkan dan cara mengelola modal tersebut fleksibel. Begitu pula dalam memulai bisnis, kebutuhan akan modal tidak bisa disangkal namun kita dapat fleksibel dalam menyiasati sumber dan penggunaan modal tersebut. Berikut 3 cara meminimalkan kebutuhan modal diawal memulai bisnis yang telah dihimpun oleh tim mulaibisnis.com.

  1. Menjadi reseller produk orang lain.

Adalah cara pandang yang kurang tepat jika kita mengira berbisnis harus selalu menghasilkan produk sendiri. Memang menjadi produsen suatu barang adalah salah satu model bisnis yang bisa dijalani. Namun dalam konteks memulai bisnis untuk pemula, cara seperti ini tidaklah tepat. Satu hal yang harus dipelajari dan segera dikuasai oleh siapapun yang baru memulai bisnis adalah belajar menjual. Perlu dipahami bahwa sumber uang masuk untuk bisnis kita hanya terbatas pada 3 hal yaitu hasil jualan, hutang, dan investasi. Dari ketiga hal tadi yang paling mudah untuk kita jangkau adalah hasil jualan. Untuk dua hal lainnya, ada baiknya untuk awal-awal dihindari dulu demi kebaikan kita sendiri dan bisnis yang kita jalani.

Ketika kita telah terbiasa untuk menjual suatu produk, baik barang maupun jasa, maka kita telah memegang salah satu kunci untuk sukses dalam berbisnis. Kemampuan menjual juga dapat membantu kita untuk bisa memulai bisnis dengan modal yang kecil. Kita bisa menjadi reseller produk orang lain. Ada beberapa tipe reseller yang bisa kita jalani tanpa kebutuhan modal, yaitu dengan sistem konsinyasi dan sistem dropshipping.

Pada konsinyasi atau titip jual, umumnya harga dasar dan harga jual telah ditentukan oleh supplier. Bisa juga hanya harga dasar saja yang ditetapkan sedangkan harga jual kita diberi kebebasan untuk menentukan. Pada sistem ini kita hanya membayar sejumlah banyak barang yang terjual dikali harga dasar dari supplier. Sedangkan sisa barang akan dikembalikan.

Ada juga sistem dropshipping yang popular dalam bisnis online. Pada sistem dropshipping ini kita bertindak seperti halnya makelar. Tidak ada stok barang yang kita miliki. Kita hanya menjual gambar dan deskripsi produk pada calon konsumen. Ketika calon konsumen memesan produk pada kita dan mereka membayar sejumlah yang telah disepakati, selanjutnya kita membayar pada supplier dan meminta padanya untuk mengirimkan barang pesanan konsumen atas nama kita. Margin antara harga jual dan harga dari supplier lah yang menjadi keuntungan untuk kita.

cara memulai bisnis modal kecil dengan dropshipping

Dari dua sistem ini kita bisa lihat bahwa kebutuhan akan modal dapat diminimalkan dengan cara dan strategi yang tepat.

  1. Menjalin kerjasama dengan pemilik usaha lain.

Cara selanjutnya untuk meminimalkan kebutuhan modal dalam memulai bisnis adalah menjalin kerjasama dengan pemilik usaha atau pemilik produk. Sebenarnya jika kita jeli ada banyak pemilik usaha atau pemilik produk yang hebat dalam membuat produk namun tidak diimbangi dengan kemampuan memasarkan dan menjual produk yang mumpuni. Umumnya bisnis yang dijalani mengalami pertumbuhan yang lambat atau bahkan stagnan. Ini dapat menjadi peluang untuk kita.

Apabila kita memiliki kemampuan memasarkan dan menjual yang bagus serta percaya diri dapat menjual produk para pemilik usaha atau pemilik barang ini, kita dapat menawarkan kerjasama pada mereka. Kita dapat memberikan tawaran untuk menjadi partner bisnis mereka yang khusus bertugas memasarkan dan menjualkan produk mereka. Akan lebih meyakinkan bila kita telah memiliki portofolio dalam bidang pemasaran ini. Lantas apakah kita harus digaji? Nah disinilah peluangnya. Kita tawarkan kepada para pemilik bisnis atau barang bahwa mereka tidak perlu menggaji kita namun kita meminta margin untuk setiap produk yang berhasil kita jualkan.

Sepintas cara kedua ini mirip dengan menjadi reseller di cara pertama. Namun bila kita lebih teliti akan kita dapati perbedaan antara cara pertama dengan cara kedua ini.

cara memulai bisnis modal kecil dengan kerja sama bisnis

  1. Menjual barang dengan sistem pre-order (PO)

Cara terakhir yang dapat disarankan oleh tim mulaibisnis.com adalah menjual barang dengan sistem pre-order. Cara ketiga ini sedikit unik dan agak-agak mirip dengan dua cara pertama meskipun tetap saja berbeda. Pada cara ketiga ini justru kita akan mengumpulkan terlebih uang para calon konsumen diawal. Cara pre-order ini cocok untuk diterapkan dalam menjual barang-barang yang membutuhkan waktu untuk disediakan atau diproduksi.

Misal bila kita ingin menjual produk yang harus diimpor dan peminatnya tidak terlalu banyak namun fanatik. Bila kita membeli barang terlebih dahulu dibutuhkan modal yang tidak kecil agar barang tersebut ada ditangan kita. Setelah itu belum tentu juga semua barang yang kita beli akan laku habis dijual. Berbeda halnya dengan sistem pre-order dimana kita membuka kesempatan pemesanan bagi mereka yang berminat pada produk yang akan kita beli dan mereka membayar diawal, sehingga sejatinya kita membeli produk menggunakan uang konsumen. Margin antara harga jual yang kita pasang dengan harga beli produk dan biaya lainlah yang akan menjadi profit kita.

Contoh berikutnya adalah barang yang membutuhkan waktu untuk diproduksi semisal makanan atau pakaian. Sistem pre-order membantu para produsen untuk meminimalkan jumlah barang yang tidak laku dengan memproduksi hanya sejumlah pesanan yang masuk.

Pada sistem pre-order ini ada beberapa hal yang perlu kita catat dan pahami dengan benar. Pertama, sejatinya dalam sistem pre-order ini kita sebagai penjual berhutang pada para konsumen untuk bisa memenuhi pesanan mereka. Pastikan kita bisa memenuhi harapan mereka dan jangan sekali-kali terlintas dalam pikiran untuk tidak menunaikan amanah yang telah dibebankan pada kita.

Kedua, menjalankan sistem pre-order ini tidak semudah yang dibayangkan. Posisikan diri kita sebagai calon konsumen. Bila ada orang baru yang tidak dikenal dan tidak diketahui track record sebelumnya kemudian menawarkan pre-order suatu barang akankah kita langsung memesan? Pasti akan ada keraguan dan kekhawatiran. Oleh karena itu bangunlah kepercayaan dari para calon konsumen kita dan yakinkan bahwa kita adalah orang yang dapat dipercaya.

Demikianlah 3 cara memulai bisnis dengan modal kecil yang dapat mulaibisnis.com sampaikan. Masih ada banyak cara lain yang bisa kita temukan dan terapkan. Ketiga cara yang disampaikan di atas bukanlah cara yang mutlak paling benar. Mana cara yang paling efektif untuk kita tergantung pada kita sendiri. Selamat berkreasi.

Leave a Reply