Catatan Kecil Untuk Mereka Yang Ingin Memulai Bisnis

Memulai bisnis itu sebenarnya mudah dan ini yang tidak diketahui oleh banyak orang. Ya, kebanyakan orang sudah memiliki pandangan bahwa memulai bisnis itu susah karena butuh modal dana yang tidak sedikit, butuh keahlian, butuh ini, butuh itu, butuh segala rupa. Pendapat seperti itu ga salah-salah juga sih karena pada faktanya memang ada bisnis yang butuh banyak hal untuk memulainya.

Saya pribadi menganggap memulai bisnis sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah dan sederhana dengan sedikit modal dana atau bahkan bisa dikatakan tanpa modal. Ada dua hal yang menurut saya dibutuhkan untuk bisa memulai bisnis dengan mudah, yaitu keberanian dan tekad yang kuat untuk belajar.

Pengalaman saya di dunia bisnis memang belum lama. Saya berkenalan dengan dunia bisnis kelas 2 SMP, kurang lebih sekitar 14 tahun yang lalu. Kemudian berlanjut saat SMA, Kuliah, hingga saat ini saya full time menjalankan bisnis. Dari pengalaman yang masih sedikit ini setidaknya saya bisa mengambil kesimpulan mengapa sebenarnya hanya butuh keberanian dan tekad yang kuat untuk belajar sebagai persiapan dasar bila ingin memulai bisnis.

Keberanian untuk Memulai Bisnis

Tidak sedikit orang yang menyalahartikan keberanian dengan kenekatan. Bagi saya, keberanian dan kenekatan adalah hal yang mirip namun sebenarnya berbeda. Keberanian mengandung unsur perhitungan dan pertimbangan yang kemudian melahirkan rasa siap dan bertanggung jawab. Sebaliknya, kenekatan lebih banyak unsur ketidakjelasan sehinggan hilanglah kesiapan dan tanggung jawab.

Nah, sayangnya kebanyakan orang tidak memiliki keberanian untuk memulai bisnis, justru tidak sedikit yang mengedepankan kenekatan untuk memulainya. Ini yang justru berbahaya.

Orang-orang yang nekat memulai bisnis begitu menemui kegagalan maka kemungkinan besar ia akan trauma. Tidak jarang setelah itu mereka akan menyalahkan siapa saja selain diri mereka dan antipati terhadap siapapun yang mengajak mereka untuk berbisnis dikemudian hari.

Inilah dampak negatif dari kenekatan sebagai dasar untuk memulai bisnis. Kenekatan menghilangkan munculnya kesiapan dan rasa tanggung jawab atas segala resiko dan kemungkinan yang muncul sebagai akibat dari aktivitas bisnis.

Tekad yang Kuat untuk Terus Belajar

Tadi sudah disebutkan bahwa keberanian akan melahirkan kesiapan dan sikap tanggung jawab. Wujud dari kesiapan dan tanggung jawab tersebut adalah tekad yang kuat untuk terus belajar.

Bisnis harus dijalankan dengan ilmu. Sebutlah pemasaran dan penjualan, pengelolaan stok, pengelolaan keuangan, pengelolaan SDM, perpajakan, advertising, branding, manajemen produksi, dan masih banyak lagi. Semua itu harus dijalankan dengan ilmu, bukan kira-kira. Inilah wujud kesiapan dan tanggung jawab.

Lantas apakah semua itu harus dikuasai dulu sebelum memulai bisnis? Jawabannya, Tidak! Kita bisa belajar sembari menjalankan bisnis. Bagaimanapun teori-teori yang ada hanya akan menjadi sebatas gambaran abstrak bila tidak disertai praktek. Menjalani bisnis adalah metode learning by doing yang bagus untuk para pebisnis pemula.

Ada dua hal yang harus kita pelajari dengan cepat saat memulai bisnis, yaitu belajar memasarkan dan menjalin relasi (networking). Sebagus apapun produk atau jasa yang kita tawarkan dalam bisnis, bila tidak bisa dipasarkan dengan baik maka akan membuat bisnis kita berada dalam kondisi bahaya.

Bisnis membutuhkan cash. Seberapa besar pun uang tercatat dalam pembukuan, bila tidak ada uang tunai (cash) maka bisnis akan mati. Cash adalah “darahnya” bisnis dan Cash hanya bisa didapat dari tabungan, hutang, atau penjualan. Cash dari penjualan itulah yang menjadi sumber dana paling penting bagi bisnis yang kita jalankan.

Adapun menjalin relasi tidak kalah pentingnya dalam memulai suatu bisnis. Relasi yang luas akan menjadi modal yang sangat berharga. Namun tidak cukup disitu, kesan yang baik dimata relasi kitalah yang akan menjadi daya ungkit untuk menaikkan kelas bisnis kita.

Kendala klasik dalam memulai bisnis, yakni aspek permodalan, sebenarnya bisa diatasi jika kita memiliki relasi yang luas serta kesan yang baik dimata mereka. Tetapi harus selalu kita ingat, relasi yang kita miliki adalah manusia, mereka bukan alat, maka perlakukanlah mereka sebaik mungkin sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan penuh hormat sebagai seorang manusia beradab.

Leave a Reply