Bagaimana Cara Memulai Bisnis Saat Masih Kuliah?

Memulai bisnis tidak mengenal batas waktu dan usia. Siapapun dapat memulai bisnis kapan saja ketika ia siap. Tidak peduli batasan usia, peran sosial, maupun tempat tinggal, setiap orang berhak untuk memulai bisnis sendiri dan sama-sama memiliki peluang untuk sukses. Begitu pula bila Anda adalah seorang mahasiswa, tidak ada salahnya untuk memulai bisnis saat masih aktif kuliah dan semestinya status sebagai mahasiswa atau aktivitas perkuliahan tidak menjadi penghalang untuk memulai bisnis sendiri.

ide berbisnis

Mengapa harus memulai bisnis saat masih kuliah?

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, “Mengapa harus memulai bisnis saat masih kuliah? Bukankah akan lebih leluasa setelah lulus?” Ya, benar, sebagaimana telah dituliskan sebelumnya, memulai bisnis bisa kapan saja, tidak terbatas waktu dan usia. Namun setidaknya ada beberapa kelebihan bila Anda memulai bisnis saat masih aktif kuliah.

  1. Bisnis yang dijalankan dapat sekaligus menjadi sarana belajar. Biasanya di kampus-kampus memiliki unit atau lembaga khusus untuk menangani pengembangan kewirausahan, bahkan beberapa kampus secara serius sudah memiliki inkubator bisnis.
  2. Bila Anda memutuskan memulai bisnis saat masih aktif kuliah, Anda belum terganggu dengan keinginan dan tuntutan untuk mencari kerja sebagaimana orang-orang yang telah lulus kuliah.
  3. Biasanya mereka yang memulai bisnis saat aktif kuliah akan lebih nekat dan belum terlalu memikirkan resiko kegagalan dalam bisnis. Pun bila mengalami kegagalan, daya lenting untuk bangkit kembali masih sangat besar karena belum terbebani banyak hal.

Memulai Bisnis dengan Benar Saat Kuliah

Sekalipun Anda memulai bisnis saat masih kuliah, itu harus dilakukan dengan cara dan tahapan yang serius. Anda tidak pernah tahu kemana arah bisnis yang Anda mulai saat kuliah ke depannya, apakah akan sukses atau tidak. Meskipun demikian alangkah baiknya bila kita memulainya dengan penuh perencanaan, bukan asal-asalan. Berikut 4 hal yang bisa Anda lakukan sebagai persiapan dalam memulai bisnis saat masih di kampus.

1.      Memilih peluang bisnis yang memungkinkan

Langkah awal yang dapat dilakukan untuk adalah memilih peluang bisnis yang paling mungkin untuk Anda jalankan secara maksimal. Satu hal yang tidak boleh dilupakan bahwa kewajiban utama seorang mahasiswa adalah menuntut ilmu dan mengembangkan potensi dirinya. Oleh karena itu jangan sampai bisnis yang dijalani justru malah menyita waktu dan mengalihkannya dari kegiatan perkuliahan.

Memang benar bahwa banyak pengusaha sukses yang memulai bisnis saat kuliah dan lebih memilih drop out untuk mengurusi bisnisnya dan pada akhirnya menggapai kesuksesan. Ini adalah fakta, namun bukan patokan yang harus diikuti. Bila mau adil, banyak juga pengusaha yang memulai bisnis saat masih kuliah dan dapat lulus dengan baik serta sukses dalam berbisnis.

2.      Membidik segmen pasar yang tepat

Untuk mendapatkan peluang bisnis yang paling cocok dijalankan saat kuliah, Anda harus menetapkan segmen pasar yang akan dibidik untuk bisnis Anda. Apakah bisnis yang dijalani menyasar pasar civitas kampus atau masyarakat luas? Memulai usaha tanpa menetapkan segmen pasar yang akan dibidik bukan hanya tidak baik, namun sangat mungkin akan berakibat fatal dalam bisnis yang kita jalankan. Menjual produk, baik barang maupun jasa, kesemua orang adalah hal yang melelahkan. Akan lebih enak bila kita menjual produk pada mereka yang membutuhkan atau setidaknya akan membutuhkan produk kita dikemudian hari.

3.      Membangun jaringan

Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah membangun jaringan. Relasi atau jaringan adalah modal yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bisnis. Tidak ada bisnis sukses yang dibangun tanpa jaringan. Saat-saat berada di kampus merupakan kesempatan yang berharga untuk membangun jaringan. Anda bisa memanfaatkan lembaga-lembaga mahasiswa, koneksi ke staff pengajar dan civitas kampus lainnya selama masih menjadi mahasiswa. Mungkin pada saat itu jaringan yang terbentuk belum terlihat memberikan dampak positif langsung pada bisnis yang dijalani. Namun dikemudian hari jaringan yang dibentuk akan memperlihatkan hasilnya.

4.      Menyiasati masalah permodalan

Modal, dalam hal ini finansial, saat memulai bisnis memegang peranan penting namun bukan faktor satu-satunya. Namun biasanya alasan permodalan inilah yang terkadang menjadi hambatan ketika hendak memulai bisnis. Akan tetapi sebenarnya permasalahan modal ini justru dapat mudah tertangani saat di kampus. Umumnya setiap kampus kini memiliki lembaga inkubator bisnis yang bisa menjembatani pihak pengusaha pemula dengan para investor. Opsi lain yang bisa dimanfaatkan adalah program-program kewirausahaan yang sebenarnya banyak sekali, mulai dari tingkat kampus hingga nasional.

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang telah mengenal dunia dagang sejak SMP dan mulai serius menjalani bisnis saat tingkat pertama kuliah di Institut Pertanian Bogor. Penulis mendapatkan kesempatan mengembangkan bisnisnya ketika proposal bisnisnya yang diikutkan pada program kewirausahaan kampus (Program Mahasiswa Wirausaha tahun 2010) lolos seleksi dan mendapatkan bantuan modal finansial maupun bimbingan dalam bentuk mentoring.

Saat masih mahasiswa penulis juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Youth Business Competition, sebuah kompetisi bisnis tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pillar Business Accelerator (sekarang Vanaya Institute) dan Joy Tea Green Sosro dan berhasil menjadi salah satu finalis nasional yang berkesempatan untuk mendapatkan mentoring bisnis bersama para pengusaha nasional yang diberikan oleh Pillar Business Accelerator.

youth-business-competition

Penulis (kedua dari kiri) bersama Finalis YBC lainnya

Leave a Reply